Kategori
|
IGRP
|
EIGRP
|
Compability Mode
|
Tidak mendukung multi protokol
|
Mendukung multiprotokol
|
Metric Calculation
|
Perhitungan dengan metrik paling
efisien menuju ke network tujuan
|
Perhitungan dengan metrik paling
efisien menuju ke network tujuan
|
HopCount
|
maksimal 255
|
maksimal 224
|
Automatic Protocol Redistribution
|
Tidak mendistribusikan secara otomatis
|
mendistribusikan secara otomatis ke
routing protokol yang lain
|
Routing Tagging
|
Tidak ada
|
Ada, route tagging yang berfungsi
untuk mengecek external routing ,sehingga EIGRP akan mengetahui routing
protocol yang digunakan oleh router tetangganya
|
Cara Kerja dari EIGRP
EIGRP akan mengirimkan hello packet utk mengetahui apakah router-router tetangganya masih hidup ataukah mati. Pengiriman hello packet tersebut bersifat simultant, dalam hello packet tersebut mempunyai hold time, bila dalam jangka waktu hold time router tetangga tidak membalas, maka router tersebut akan dianggap mati. Biasanya hold time itu 3x waktunya hello packet, hello packet defaultnya 15 second. Lalu DUAL akan meng-kalkulasi ulang untuk path-pathnya. Hello packet dikirim secara multicast ke IP Address 224.0.0.10.
EIGRP mempunyai 3 table dalam menyimpan informasi networknya:
1. Neighbor table2. Topology table
3. Routing table
Penjelasan :
1. Neighbor table : Tabel yang paling penting dari tabel-tabel yang lainnya.
di tabel ini menyimpan list tentang router-router tetangganya. Setiap ada router baru yg dipasang,address dan interface lgsg dicatat di tabel ini.kalau di desa neighbor ini adalah pak RT, kalau ada warga baru, rumah baru, bangunan baru sampai istri simpanan (maaf istri sah) harus lapor pak RT (neighbor table) ini (haaaa).
2. Topology table : Tabel ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari Routing table dalam 1 autonomous system (seperti sistem area di OSPF). untuk lebih jelas tentang OSPF bisa baca di Dynamic Routing OSPF dan Dynamic Routing OSPFv3.
algoritma DUAL mengambil informasi dari “neighbor tabel” dan “topology table” untuk melakukan kalkulasi “lowest cost routes to each destination”. Setelah melakukan kalkulasi akan ada yang namanya “successor route”. Successor route ini disimpan di tabel ini juga. untuk tutorial tentang apa itu successor bisa di lihat di EIGRP Metric, Advertised Distance, Feasible Distance Dan Successor. router successor ini yang akan memilih path/jalur terbaik. untuk lebih jelas tentang topology table bisa baca di EIGRP Tabel Topologi Router.
3. Routing table : menyimpan routing terbaik ke sebuah destination.
Informasi tersebut diambil dari “topology table”.ingat di topology table menyimpan successor route untuk mencari jalur terbaik.
Konfigurasi EIGRP
Disini saya akan memberikan contoh konfigurasi EIGRP seperti yang ada pada gambar di bawah ini
Langkah-langkah :
1. Atur ip address PC01 menjadi 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1
2. Atur ip address PC02 menjadi 172.10.10.2 dengan subnet mask 255.255.0.0 gateway 172.10.10.1
3. Klik 2x router dan atur setiap interfacenya dengan masuk pada tab CLI…
4. Misal pada router 0 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik 'no' aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable --> 'mengaktifkan router'
d. Router#configure terminal --> 'configurasi router'
e. Router(config)#interface fa 0/0 --> 'mengaktifkan ethernet 0/0' – 'sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1'
f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0 --> 'memberikan ip address dan subnet mask'
g. Router(config-if)#no shutdown --> 'router tidak boleh mati'
h. Router(config-if)#exit --> 'keluar dari Ethernet 0/0'
i. Router(config)#interface fa 0/1 --> 'mengaktifkan Ethernet 0/1'
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.252 --> 'memberikan ip address dan subnet mask'
k. Router(config-if)#no shutdown --> 'router tidak boleh mati'
l. Router(config-if)#exit --> 'keluar dari Ethernet 0/1'
m. Router(config)#exit --> 'keluar dari konfigurasi router'
n. Router#write --> 'menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal'
5. Lakukan hal yang sama pada router 1 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik 'no' aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable
d. Router#configure terminal
e. Router(config)#interface fa 0/0
f. Router(config-if)#ip address 172.10.10.1 255.255.0.0
g. Router(config-if)#no shutdown
h. Router(config-if)#exit
i. Router(config)#interface fa 0/1
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.2 255.255.255.252
k. Router(config-if)#no shutdown
l. Router(config-if)#exit
m. Router(config)#exit
n. Router#write
6. Oke, pengaturan ip addres pada setiap router sudah dilakukan, namun, hal ini tidak serta merta PC01 dan PC02 langsung terhubung, jika diping pasti masih belum terhubung.

8. Pada router 0
a. Press RETURN to get started. --> 'langsung aja enter'
b. Router>enable --> 'mengaktifkan router kembali'
c. Router#configure terminal --> 'masuk pada konfigurasi router'
d. Router(config)#router eigrp 10 --> 'masuk pada pengaturan router eigrp 10'
e. Router(config-router)#network 192.168.1.0 --> 'atur network gateway atau fa 0/0'
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0 --> 'atur network fa 0/1'
g. Router(config-router)#exit --> 'keluar dari konfigurasi router eigrp'
h. Router(config)#exit --> 'keluar dari konfigurasi router'
i. Router#write --> 'lakukan penyimpanan'
9. Lanjut pada router 1
a. Press RETURN to get started. --> 'langsung aja enter'
b. Router>enable
c. Router#configure terminal
d. Router(config)#router eigrp 10
e. Router(config-router)#network 172.10.0.0
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0
g. Router(config-router)#exit
h. Router(config)#exit
i. Router#write
10. Kalo sudah, sekarang coba kita ping dari pc01 ke pc02…langsung aja ya…


